Brem adalah sejenis makanan khas Madiun dengan rasa yang unik. Brem Madiun memiliki berbagai rasa, antara lain rasa manis,rasa coklat, rasa kombinasi dsb. BREM mempunyai tekstur padat , kering tidak lembek, warna putih kekuningan, coklat, serta mudah hancur di mulut. Sensasi makanan ini muncul ketika makanan dimasukkan ke dalam mulut akan langsung mencair dan lenyap meninggalkan rasa "semriwing" di lidah,mak nyesssss.
Brem pertama kali dibuat oleh masyarakat caruban kabupaten Madiun, tepatnya didesa Kaliabu. dari industri rumahan sekarang sdh menjamur dan produksi dalam skala besar.
Kandungan brem terbanyak adalah gula, tepung terlarut dan asam laktat dari hasil fermentasi tadi. Brem yang ada di pasaran adalah suatu produk pangan yang berwarna putih sampai kecoklatan dan mempunyai rasa manis keasaman yang dibuat dari pemasakan cairan tape ketan putih.
Brem telah menjadi salah satu ikon Madiun di bidang kuliner selain sego pecel atau nasi pecel dan telah berkembang pula menjadi sebuah industri rumahan. Dan seperti jenis makanan khas lainnya,banyak pada musim lebaran para perantau madiun yg mudik akan menyempatkan waktunya untuk membeli oleh oleh khas Madiun ini yaitu Brem, mereka bisa dengan mudah membeli Brem ini di berbagai toko jajanan yg tersebar dikota madiun.mereka lebih puas dengan membeli dikota madiun langsung dan membawa balik ke kota perantauan karena jarang ditemui Brem di daerah lain, kalaupun ada mungkin tidak memberikan cita rasa yang sama dibandingkan membeli langsung di daerah asalnya. sekarang hampir tiap toko yang menjual jajanan atau oleh oleh pasti dapat kita jumpai yang namanya makanan brem madiun ini.
selain itu brem madiun mempunya beberapa kasiat untuk kesehatan, khususnya kulit.bisa mencerahkan kulit ataupun mengobati jerawat pada wajah kalo kita sering mengkonsumsinya. dari kandungan tapenya. harga Brem madiun sangat terjangkau, ada ukuran kecil kisaran Rp.7000,- untuk ukuran besar antara Rp. 15000,-
Dan umumnya Brem bisa bertahan dalam waktu 1 bulanan. sehingga tak perlu takut apabila kita tidak habis dalam satukali makan, cukup ditaruh dikulkas saja.

No comments:
Post a Comment